Bunyi

Prepare your mind!!!

Saat hujan, sering terjadi petir! Mana yang lebih dulu, kilatan cahaya ataukah bunyi gemuruhnya? Kenapa keduanya tidak bersamaan…adakah yang salah? Ayo cari tahu….kamu penasaran bukan…

A.   Pembentukan dan perambatan bunyi

Bunyi dihasilkan dari sumber bunyi yang bergetar. Bunyi kemudian merambat melalui medium, misalnya udara. Rambatan bunyi di udara merupakan gelombang longitudinal, merambat dalam bentuk rapatan dan regangan secara berurutan. Berikut syarat terbentuk dan terdengarnya bunyi:

  1. Ada sumber bunyi yang bergetar
  2. Ada medium perambatan bunyi
  3. Ada penerima bunyi

B. Cepat Rambat Bunyi

Cepat rambat bunyi menyatakan jarak yang ditempuh bunyi dalam waktu satu sekon.orang pertama yang melakukan percobaan mengenai cepat rambat bunyi adalah  Moll dan van Beek, mereka menghitung cepat rambat bunyi dengan persamaan:

V = s/t

Dengan s = jarak (m)

t = waktu (s)

Cepat rambat bunyi berbeda antara benda padat, cair, dan gas. Bunyi merambat lebih cepat dalam benda padat dan cair daripada melalui gas. Cepat rambat bunyi bergantung pada suhu udara.

Tabel. Cepat rambat bunyi dalam berbagai medium

Medium

Cepat rambat bunyi (m/s)

Udara (suhu 0 0C)

330

Udara ( suhu 30 0C)

350

Air (suhu 0 0C)

1400

Beton

5000

Perubahan arah rambatan buny karena perbedaan suhu medium disebut pembiasan bunyi. Pada malam hari bunyi kereta api lebih terdengar jelas, hal itu karena pada malam hari permukaan bumi lebih mendingin lebih cepat. Lapisan udara di dekat permukaan bumi lebih dingin daripad lapisan udara di atanya. Karena bunyi merambat lebih lambat pada udara dingin, maka bunyi mobil cenderung tidak menyebar ke atas, melainkan kembali ke permukaan bumi.

C.   Frekuensi bunyi

Telinga manusia dapat menagkap bunyi pada frekuensi 20 Hz – 20 000 Hz, yang disebut audiosonik. Bunyi dengan frekuensi kurang dari 20 Hz disebut infrasonic, didengar oleh jangkrik, anjing, kelelawar, lumba-lumba, dan bunyi dengan frekuensi lebih dari 20 000 Hz disebut ultrasonic, dimanfaatkan untuk mengaduk susu agar rata atau mensterilkan makanan dalam kaleng.

D.   Nada

Nada ialah bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi yang jumlah getaranya sama tiap detik. Berarti nada memiliki frekuensi tertentu.

  1. Tinggi-rendahnya nada

Tinggi rendahnya nada bergantung pada frekuensi. Makin tinggi frekuensi sumber bunyi, makin tinggi pula nada yan dihasilkannya. Pada sebuah gitar besarnya frekuensi nada:

  1. Berbanding terbalik dengan panjang senar
  2. Berbanding lurus dengan akar tegangan senar
  3. Berbanding terbalik dengan akar luas penampang senar
  4. Berbanding terbalik dengan akar massa jenis senar.
  5. Kuat-lemahnya nada

Kuat lemahnya nada bergantung pada amplitudo. Makin besar amplitudo sumber bunyi, maka nada yang terdengar makin kuat. Ketika senar gitar dipetik dengan kuat, maka akan terdengar lebih keras dibandingkan saat memetiknya dengan lemah.

  1. Warna bunyi(timbre)

Warna bunyi adalah perbedaan cara bunyi bergetar, meskipun kekuatan dan ketinggiannya sama. Warna bunyi timbul karena ada nada tambahan yang menyertai suara yang mereka keluarkan.

E.    Resonansi

Resonansi ialah bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain. Peristiwa ini terjadi bila frekuensi kedua sumber getar tersebut sama.

  1. Resonansi udara

Resonansi terjadi  bila panjang kolom udara 1/4λ, 3/4λ, 5/4λ,…dari sumber getar. Resonansi terjadi pada ruang yang panjangnya kelipatan ganjil dari ¼ kali panjang gelombang sumber getar.

  1. Peristiwa resonansi dalam kehidupan sehari-hari

Salag satu selaput tipis yang penting adalah selaput gendang ten lemah.linga. Selaput gendang telinga  mudah beresonansi dengan segala macam getaran. Itulah sebabnya kita dapat menangkap bunyi yang keras maupu

F.    Pemantulan bunyi

Hukum pemantulan bunyi

Menyatakan:

“bunyi yang datang, bunyi pantul, dan garis normal selalu teretak pada satu bidang pantul”

“sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r)”

Menentukan cepat rambat bunyi di udara

Cepat rambat bunyi dapat dihitung dengan persamaan berikut:

V = s/t

Manfaat pemantulan bunyi

Manfaat pemantulan bunyi dapat digunakan untuk pengukuran kedalaman laut. Dengan menggunakan persamaan

d = ½ vt

Jenis-jenis bunyi pantul

A.Gaung(kerdam)

Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampi bersamaan dengan bunyi asli. Gaung terjadi bila jarak antara sumber bunyi dengan dinding pemantul cukup jauh. Missal bunyi asli se-ri-bu kemudian menjadi terdengar se-se-ri-bu

B.Gema

Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Bila jarak sumber bunyi dengan dinding pemantul adalah a maka bunyi pantul akan terdengar setelah:

t = 2 a/v

C.Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli

Bunyi pantul semacam ini dapat terjadi bila sumber bunyi dikelilingi oleh dinding dalam jarak yang dekat. Misalnya saat kita menyanyi di kamar mandi.

Tugas!!!

Tahukah kamu apa itu frekuensi alami? Atau kamu baru mendengar kali ini tentang hali itu? Ayo cari tahu, dan hal apa saja yang pernah terjadi berkaitan tentang frekuensi alami!

Daftar Pustaka

Harjono, Widagdo M. 2004. Pokok-Pokok Fisika SMP. Jakarta: Erlangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s